Publik Pertanyakan Transparansi Camat Ujung Pandang, Penertiban PKL Diduga Tidak Berkeadilan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:20 WIB

5034 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Kecamatan Ujung Pandang kembali menjadi sorotan publik. Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar A.P., diduga melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) secara tebang pilih di sejumlah titik wilayah kecamatan. Dugaan tersebut memicu keluhan dari masyarakat yang menilai penegakan aturan tidak berjalan adil dan terkesan diskriminatif. (24/05/2026).

Sejumlah warga mempertanyakan sikap pemerintah kecamatan yang dinilai hanya menindak PKL tertentu, sementara pedagang lain yang juga menggunakan fasilitas umum justru terkesan dibiarkan beroperasi tanpa penertiban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi untuk meminta penjelasan resmi terkait dugaan tersebut, akses komunikasi dengan camat disebut tertutup. Bahkan, menurut keterangan salah satu lurah di wilayah Kecamatan Ujung Pandang, Camat Nanin Sudiar A.P. disebut tidak ingin dihubungi.

Sikap tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Pasalnya, sebagai pejabat publik, seorang camat dinilai wajib membuka ruang komunikasi dan menerima kritik maupun keluhan masyarakat, bukan justru menghindari konfirmasi dari media.

“Pejabat publik harus siap dikritik dan memberikan klarifikasi kepada masyarakat. Jangan sampai muncul kesan anti kritik dan tertutup terhadap media,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat pun berharap Pemerintah Kota Makassar dapat mengevaluasi pola penertiban PKL di Kecamatan Ujung Pandang agar dilakukan secara adil, transparan, dan tanpa pilih kasih.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Ujung Pandang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tebang pilih penertiban PKL maupun sulitnya akses komunikasi terhadap camat setempat.

Tim Redaksi

Berita Terkait

OTAK LICIK : Kadiskes Batam Tak Berani Hadiri Undangan DPRD
Dandim 0607/Kota Sukabumi dan Wali Kota Sukabumi Nobar Persib vs Persijap, Suasana Meriah Penuh Semangat Bobotoh
Dandim 0607/Kota Sukabumi dan Kapolres Turun Langsung Amankan Pesta Kemenangan Persib
SKANDAL DANA SPPG KARANGASEM: Insentif Kader Posyandu Diduga ‘Disunat’ Oknum Ibu Kuwu Demi ‘Uang Omprengan’
Sengkarut Penyerobotan Hutan Lindung Reg 43 B: Polda Lampung Mulai Periksa Pamong Desa, Wakil Ketua DPRD Lambar Terseret
Putri Daerah Lampung Selatan Debut di IDS 2026, Widyya Turro Curi Perhatian Penonton
IDS Sumatra 2026 Ramai Pengunjung, DLHD Lampung Selatan Kerja Ekstra
ADA PERMAINAN LICIK : PMI Cilacap, Diduga Seolah Pecah Belah Media.

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:57 WIB

OTAK LICIK : Kadiskes Batam Tak Berani Hadiri Undangan DPRD

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:31 WIB

Dandim 0607/Kota Sukabumi dan Wali Kota Sukabumi Nobar Persib vs Persijap, Suasana Meriah Penuh Semangat Bobotoh

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:26 WIB

Dandim 0607/Kota Sukabumi dan Kapolres Turun Langsung Amankan Pesta Kemenangan Persib

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:50 WIB

SKANDAL DANA SPPG KARANGASEM: Insentif Kader Posyandu Diduga ‘Disunat’ Oknum Ibu Kuwu Demi ‘Uang Omprengan’

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:57 WIB

Sengkarut Penyerobotan Hutan Lindung Reg 43 B: Polda Lampung Mulai Periksa Pamong Desa, Wakil Ketua DPRD Lambar Terseret

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:25 WIB

Putri Daerah Lampung Selatan Debut di IDS 2026, Widyya Turro Curi Perhatian Penonton

Minggu, 24 Mei 2026 - 10:18 WIB

IDS Sumatra 2026 Ramai Pengunjung, DLHD Lampung Selatan Kerja Ekstra

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:13 WIB

ADA PERMAINAN LICIK : PMI Cilacap, Diduga Seolah Pecah Belah Media.

Berita Terbaru

NASIONAL

OTAK LICIK : Kadiskes Batam Tak Berani Hadiri Undangan DPRD

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:57 WIB