PLN Kalbar Digugat: Jaringan Listrik Ketungau Mangkrak, Pelayanan Buruk, dan Janji Keadilan di Perbatasan Belum Menyala

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 30 Oktober 2025 - 10:19 WIB

50197 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasionaldetik.com,— Sintang, Kalimantan Barat  30 Oktober 2025 Di tengah isu pemerataan energi nasional, masyarakat di empat desa perbatasan di Ketungau, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, menyuarakan kekecewaan mendalam atas kegagalan PLN Kalbar dalam menuntaskan proyek jaringan listrik yang telah mangkrak sejak dianggarkan tahun 2023. Jaringan tiang dan kabel yang hampir rampung 100% dibiarkan tanpa daya listrik karena alasan klasik: tidak adanya mesin penunjang arus listrik.

Kegagalan dan kemangkrakan proyek jaringan listrik di empat desa perbatasan Ketungau. Proyek fisik (tiang dan kabel) hampir rampung 100% namun listrik tidak menyala karena keterlambatan pengadaan mesin penunjang arus listrik.

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalbar dan unit terkait (UP3 Sanggau, UP2K Kapuas Raya) dikritik karena perencanaan yang lemah dan pelayanan buruk. Warga di empat desa (Sebetung Paluk, Idai, Nanga Bayan, Semareh) di Ketungau Hulu dan Tengah menjadi pihak yang terdampak langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian berlokasi di empat desa di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia). Tuntutan disuarakan di kantor PLN UP3 Sanggau hingga PLN UID Kalbar di Pontianak

Kapan proyek dianggarkan dan kapan masalah ini terungkap? | Proyek dianggarkan sejak Tahun 2023, namun hingga 2025 proyek masih terbengkalai. Masalah dan keluhan ini disorot di tengah momen Hari Pelanggan Nasional sebagai kontras ironis.

Mengapa proyek ini mangkrak dan pelayanan dinilai buruk? | Lemahnya perencanaan PLN karena tidak menyiapkan mesin utama secara bersamaan dengan pembangunan jaringan fisik. Pelayanan dinilai buruk karena warga “dipimpong” antar unit, diabaikan, dan diminta membuat surat audiensi yang memakan waktu lama. |
|

Masyarakat merespons dengan mendatangi kantor PLN di Sanggau dan Pontianak menggunakan biaya sendiri. Tuntutannya adalah kejelasan resmi, transparansi jadwal penyelesaian, dan tanggung jawab PLN untuk segera menyalakan listrik sebagai bentuk kehadiran negara di perbatasan. |
Panggilan Mendesak untuk Keadilan
Perwakilan masyarakat Ketungau menyatakan rasa kecewa atas sikap PLN yang dianggap tidak profesional dan tidak memiliki empati. “Di kota, PLN merayakan pelanggan dengan senyum. Di Ketungau, kami menyalakan pelita dengan air mata,” ujar salah satu perwakilan.

Masalah ini diperparah dengan fakta bahwa desa-desa tersebut berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, yang seharusnya menjadi prioritas strategis nasional. Keadaan ini menimbulkan keraguan bahwa slogan ‘Pemerataan Listrik untuk Seluruh Indonesia’ hanya tinggal retorika.
Tuntutan Publik:

* Klarifikasi Resmi dan Transparan: PLN wajib menyampaikan jadwal pasti penyelesaian proyek dan pengadaan mesin, bukan lagi jawaban “masih dalam proses”.

* Audit Kinerja: Pemerintah pusat (Kementerian BUMN dan DPR RI Komisi VI) didesak untuk segera turun tangan dan mengaudit perencanaan serta pelaksanaan proyek jaringan listrik di Ketungau.

* Prioritas Perbatasan: Meminta PLN untuk segera memprioritaskan penyelesaian jaringan yang hampir rampung di empat desa tersebut dan wilayah perbatasan lainnya seperti Sungai Kelik.

> “Kini, yang tersisa hanyalah kabel yang menggantung — dan harapan yang terus menunggu nyala. Di Ketungau, gelap bukan sekadar ketiadaan cahaya — tapi bukti bahwa janji pelayanan publik belum benar-benar menyala.”

Apakah Anda ingin saya membuatkan surat resmi berdasarkan rilis ini yang ditujukan kepada General Manager PLN UID Kalbar atau DPR RI Komisi VI?

Tim Redaksi

Berita Terkait

Dari Laporan ke Lontaran: Pertemuan LSM Sapurata dengan Kejari Merangin Diwarnai Perdebatan.
Dewan Pers Tegaskan Media Tidak Wajib Terverifikasi, Pakar Hukum: Jangan Mudah Sebut “Media Abal-Abal”
Kades Mekar Jaya Terjepit: Usai Isu Ijazah Palsu, Kini Dilaporkan Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Jual Beli Tanah
Pelayanan Tetap Optimal Selama Ramadan, PERUMDAM TKR Pastikan Distribusi Air Aman dan Lancar
KONYOL…!!Somasi Pers Keadilan Paksa Kadispora Kampar Terbitkan Edaran
Kenalan di TikTok, Motor JANDA dibawa Kabur oleh pria MOKONDO Mengurai Kasus yang Menghebohkan di Kota Makassar
Kapuas Hulu Berduka, 7 Orang Meninggal Dunia Tertimbun Longsor Peti
Dr. Zaherman Ditunjuk Sebagai Plt. Direktur RS Kolonel Abundjani Bangko, Targetkan Perbaikan Layanan dan Manajemen

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:03 WIB

Manfaat Jalan TMMD Mulai Di Nikmati Warga Desa Gedong

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:00 WIB

Tugu Prasasti TMMD Sudah Jadi, Siap Untuk Di Resmikan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:56 WIB

TMMD Resmi Di Tutup, Pos Kamling Pun Siap Di Pakai Warga

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:53 WIB

Kadus Kandang: Kami Bangga Dengan Bapak Tentara

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:51 WIB

Ini Respon Ibu – Ibu Warga Desa Gedong, Karena TNI Membangun Jalan Desanya

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:46 WIB

Manfaat Jalan TMMD Mulai Di Nikmati Warga Desa Gedong

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:43 WIB

Warga Desa Gedong, Berharap Ada Proyek Tambahan Di TMMD

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:40 WIB

Jalan Bagus Berkat TMMD, Warga Gedong Langsung merasakan

Berita Terbaru

DAERAH

Manfaat Jalan TMMD Mulai Di Nikmati Warga Desa Gedong

Rabu, 11 Mar 2026 - 10:03 WIB

DAERAH

Tugu Prasasti TMMD Sudah Jadi, Siap Untuk Di Resmikan

Rabu, 11 Mar 2026 - 10:00 WIB