Mahasiswa UNNES Tanamkan Apresiasi Budaya Lewat Pembelajaran Seni Tari dan Wayang di SMK Negeri 1 Semarang

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 3 November 2025 - 19:56 WIB

50128 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SEMARANG//nasionaldetik.com-Kreativitas dan pelestarian budaya menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Program Latihan Kependidikan (Lantip) 5 Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun 2025. Salah satu peserta yang berperan aktif adalah Tsiltsi Afifah Febrianti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES semester 7.

Bersama rekannya, Alfonza Araneki Valentine Hanadayinta, Tsiltsi melaksanakan kegiatan Lantip di SMK Negeri 1 Semarang selama 45 hari, terhitung mulai 11 Juli 2025 hingga 3 September 2025. Dalam program ini, mereka mengampu mata pelajaran Seni Budaya dengan fokus utama pada materi Koreografi Tari, Analisis Kritik Tari, dan Pengetahuan Wayang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui pendekatan eksploratif, siswa diajak untuk memahami elemen-elemen dasar tari seperti ruang, waktu, dan tenaga, kemudian menggabungkannya menjadi karya koreografi sederhana. Setiap kelompok diberikan kebebasan untuk mengekspresikan ide mereka, baik melalui tema tradisional maupun modern. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam seni tari. Selain itu, Tsiltsi dan Alfonza juga memberikan materi Analisis Kritik Tari, yang mengajarkan siswa untuk menilai dan mengapresiasi sebuah karya tari dari aspek bentuk, isi, dan makna. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir kritis serta menumbuhkan rasa menghargai terhadap proses kreatif orang lain.

Dengan demikian, siswa tidak hanya dapat menciptakan karya seni, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pengetahuan Wayang juga menjadi bagian penting dalam program ini, di mana Tsiltsi dan Alfonza menampilkan demonstrasi tata rias perwayangan secara langsung di depan kelas. Para siswa pun dilibatkan secara aktif untuk mencoba praktik merias wajah tokoh pewayangan.

Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan siswa pada kekayaan budaya Nusantara, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan keterampilan seni dan memahami nilai-nilai simbolik dalam wayang. Kegiatan Lantip 5 ini bukan hanya menjadi ajang praktik mengajar, tetapi juga wujud nyata kontribusi mahasiswa UNNES dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya dan kesenian di lingkungan pendidikan vokasi. Melalui pembelajaran yang inspiratif, menyenangkan, dan bermakna, Tsiltsi dan Alfonza berhasil menanamkan apresiasi budaya pada siswa SMK Negeri 1 Semarang.

Program ini juga menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kreativitas, kritis, dan karakter siswa. Program ini sejalan dengan semangat “Conserve” yang diusung oleh Universitas Negeri Semarang, yakni komitmen untuk melestarikan nilai budaya, lingkungan, dan pendidikan. Tsiltsi berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga dalam kariernya sebagai calon pendidik seni yang berkompeten, berkarakter, dan berbudaya. Dengan demikian, ia dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Tsiltsi dan Alfonza juga mendapatkan bimbingan dan arahan dari guru pamong dan dosen pembimbing lapangan, yang membantu mereka meningkatkan profesionalisme mengajar. Dengan pengalaman ini, mereka diharapkan dapat menjadi pendidik yang lebih siap dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kesenian dalam pembelajaran di sekolah* (Ag)

Berita Terkait

Dugaan “Kesaktian” Bandar Narkoba di Sungai Arang: Kapolres Baru Bungo Ditantang Nyali Berantas Peredaran Barang Haram
Dugaan Pelanggaran SOP: Kasi Intel Kejari Merangin Diperingatkan LSM Sapurata.
Finalisasi Berkas: Polres Merangin Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi Dana BOS SMAN 6 Merangin.
“Hadapi Saya!” Klaim Kasi Intelijen Kejari Merangin Soal Pengadaan Seragam, LSM Angkat Bicara.
Polemik Revitalisasi: Kabid Dikdas Bantah Pungli, Tegaskan “Dak Ado Setoran”
Dari Laporan ke Lontaran: Pertemuan LSM Sapurata dengan Kejari Merangin Diwarnai Perdebatan.
Dr. Zaherman Ditunjuk Sebagai Plt. Direktur RS Kolonel Abundjani Bangko, Targetkan Perbaikan Layanan dan Manajemen
Mafia BBM Bersubsidi Beraksi di Semarang: Tim Investigasi Desak APH Tangkap Aktor Intelektual Berinisial JNT

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:09 WIB

Wakapolres Pesawaran Sidak Dua Pos Pam di Tegineneng, Pastikan Pelayanan Mudik Optimal

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:39 WIB

Arvindo Noviar : Kasus Andrie Yunus dan Bayang-Bayang Operasi False Flag

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:17 WIB

Ditanya Soal OTT Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi: Sudah Saya Ingatkan Berulang Kali

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:16 WIB

Marak OTT Kepala Daerah, PNIB : Hasil Korupsi Adalah Uang Rakyat Bukan Kerugian Negara, Korupsi Memicu Suburnya Intoleransi Anarkisme Khilafah Terorisme

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:15 WIB

Pantau Arus Mudik dari Udara, Wakapolri Pastikan 2.746 Pos Operasi Ketupat 2026 Siap Layani Pemudik

Minggu, 15 Maret 2026 - 00:04 WIB

Cek Pos Pam dan Pos Yan di Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:31 WIB

Pastikan Mudik Aman, Kapolres Kendal Pantau Pos Pengamanan Ops Ketupat Candi 2026

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:25 WIB

Polres Kendal Beri Pertolongan Cepat Pemudik Alami Pecah Ban di Tol Batang-Semarang

Berita Terbaru