Mengendus Aroma Korupsi di Perbatasan, PLN Kalbar Diduga “Main Mata” dengan Anggaran Lisdes

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:24 WIB

50331 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,—6 JANUARI 2026 Pembangunan Listrik Desa (Lisdes) di Kalimantan Barat kini berada di bawah sorotan tajam. PLN Wilayah Kalbar diduga kuat sengaja memelihara proyek mangkrak dan fiktif demi memuluskan pencairan anggaran baru setiap tahunnya. Praktik ini dinilai sebagai pola korupsi sistematis yang mengorbankan hak rakyat di beranda terdepan NKRI.

Terduga pelaku adalah manajemen PLN Wilayah Kalbar dalam ranah perencanaan anggaran, yang kini dituntut untuk diaudit oleh KPK dan BPK atas desakan Ormas GPN 08 dan masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan korupsi melalui modus proyek fiktif (Desa Neraci Jaya & Sungai Bugau) dan proyek mangkrak (Desa Sungai Kelik). PLN diduga lebih mementingkan pengajuan anggaran baru daripada menuntaskan kewajiban proyek tahun 2023.

Fokus utama berada di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Kecamatan Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang.

Ketidakberesan ini terdeteksi sejak siklus anggaran 2023 hingga awal 2026, di mana proyek yang seharusnya selesai justru dibiarkan terbengkalai.

Diduga ada upaya manipulasi perencanaan untuk terus menyerap anggaran negara. PLN berdalih pada masalah teknis kapasitas mesin yang tidak logis, demi menghindari kewajiban menyalakan listrik ke rumah warga.

Pola dilakukan dengan membangun infrastruktur “setengah hati” (hanya tiang tanpa kabel, atau kabel tanpa arus). Padahal, solusi teknis hanya membutuhkan penarikan jaringan sepanjang 6 km ke Balai Karangan yang jauh lebih efisien secara biaya.

Pernyataan Kritis Wakil Ketua Ormas GPN 08 DPD Kalimantan Barat, Arbudin Jauharie, menegaskan bahwa PLN tidak boleh bersembunyi di balik alasan teknis yang dibuat-buat.

“Ini bukan sekadar masalah teknis mesin, ini adalah indikasi kejahatan anggaran. Bagaimana mungkin proyek 2023 belum tuntas, tapi anggaran baru terus dikucurkan? Kami menduga perencanaan ini sengaja dibuat ‘cacat’ agar menjadi lahan basah korupsi. Rakyat di perbatasan sudah cukup menderita dengan tanah sawit yang digusur tanpa hasil listrik,” tegas Arbudin.

Rakyat Jatuh Tertimpa Tangga
Masyarakat di perbatasan kini menanggung kerugian ganda. Selain kegelapan yang tak kunjung usai, lahan sawit produktif milik warga telah dibersihkan demi jalur kabel yang nyatanya tidak dialiri listrik. Negara telah mengeluarkan miliaran rupiah, namun hasilnya hanya deretan tiang besi tak berguna yang menjadi monumen kegagalan PLN.

Tuntutan Penegakan Hukum
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PLN Kalbar memilih bungkam seribu bahasa. Ketidakhadiran PLN dalam memberikan klarifikasi semakin memperkuat dugaan adanya hal yang ditutup-tupi.
Kami mendesak:

KPK segera memanggil pimpinan perencanaan PLN Kalbar.

BPK melakukan Audit Investigatif menyeluruh terhadap alokasi dana Lisdes di Kabupaten Sintang.

Kementerian BUMN mengevaluasi kinerja jajaran direksi PLN Kalbar yang dianggap gagal total mengelola proyek strategis nasional di wilayah perbatasan.

Dewan Pimpinan Daerah GPN 08 Kalimantan Barat
Tim Redaksi Prima

Berita Terkait

“Skandal Pupuk Sriwijaya: Menguap Bak Ditelan Bumi, KPK RI Tumpul di Hadapan Mafia?”
Proyek RS Rp36 Miliar Terhenti – MAUNG Dorong KPK Periksa Tindakan KKN yang Diduga Ada
Geledah 5 Lokasi PT LM oleh Kejati Kalbar – DPP RAJAWALI: Pastikan Tidak Ada Lembaga yang Terlibat, Termasuk PT Canka
Presiden Prabowo Marah Besar…!!! Surat Tembusan Dumas Di Duga Tipikor Aparatur Desa Tasik Serai Timur, Sudah Di Kirimkan Ke KSP
Skandal BLT-DD Desa Citaman: Dugaan Pembohongan Publik dan “Mangkraknya” Hak Warga Miskin
Menguak Tabir BLT-DD Desa Citaman, Antara Klaim “Door to Door” Kades dan Jeritan Warga yang Tak Terjamah
SKANDAL BIBIR TAK BERTULANG, PEMKAB BEKASI DIDUGA MANIPULASI DATA SERAPAN APBD 2025
MASIH AJA BANGSAT KONTRAKTOR NAKAL: Proyek Irigasi Rp7,1 Miliar Amburadul, RAMBO Sumsel Desak Kejati Bongkar Dugaan Nepotisme di Muara Enim

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 21:56 WIB

KSO PT Riden Jaya Konstruksi–PT Agrinas Resmi, Ketua Umum Rajawali Merah Putih Ditunjuk sebagai Manajer SDM

Senin, 9 Februari 2026 - 21:51 WIB

Kembali Menorehkan Prestasi Gemilang, Salah Satu Siswi Yang Mewakili Sekolah SMP NEGERI 1 Kota Pekanbaru Dalam Ajang Putera-Puteri Pelajar Se-Provinsi Riau 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:43 WIB

Minimnya Infrastruktur di Sinarjawa, Saat Gotong Royong Warga Sindir Wakil Rakyat Dapil IV

Senin, 9 Februari 2026 - 21:36 WIB

POLRES TEGAL KOTA GELAR KEGIATAN BERSIH PANTAI, WUJUDKAN KEPEDULIAN TERHADAP KELESTARIAN LINGKUNGAN  

Senin, 9 Februari 2026 - 17:14 WIB

HUT ke-8 IWO Indonesia dan HPN 2026: IWO Indonesia Pesawaran Perkuat Komitmen Lawan Hoaks

Senin, 9 Februari 2026 - 16:10 WIB

Polres Tegal Gelar Pelatihan diSMAN dan SMKN Slawi , Dorong Literasi Digital Pelajar

Senin, 9 Februari 2026 - 14:50 WIB

Pamapta 3 Polres Tegal Mendatangi TKP Penemuan Jenazah di Aliran Sungai Gung Lebaksiu

Senin, 9 Februari 2026 - 14:26 WIB

Tingkatkan Kesadaran Pelajar, Satlantas Polres Brebes Gelar “Police Go To School” di SMA N 1 Brebes

Berita Terbaru