Rajawali dan LKPP Jatim Geruduk Dinas Pertanian Pamekasan, Tuntut Transparansi Anggaran

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 06:29 WIB

5060 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, Jawa Timur // Nasional detik.com,12 November 2025 –

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Provinsi Jawa Timur bersama

Lembaga Kajian dan Pengawasan Pembangunan Jawa Timur (LKPP Jatim)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan, Rabu (12/11/2025). Aksi ini merupakan puncak dari kekecewaan Rajawali Jatim atas dugaan praktik korupsi dan manipulasi anggaran yang merugikan petani dan masyarakat Pamekasan.

Massa aksi yang berjumlah sekitar 50 orang, terdiri dari anggota Rajawali Jatim dan Lembaga Kajian dan Pengawasan Pembangunan Jawa Timur (LKPP Jatim), mulai berkumpul sejak pukul 09.00 WIB di titik kumpul yang telah ditentukan. Dengan membawa berbagai atribut seperti spanduk, poster, bendera Rajawali, dan alat pengeras suara, massa aksi kemudian melakukan long march menuju Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan.

*Orasi dan Teatrikal Warnai Aksi Demo*

Setibanya di depan Kantor Dinas, massa aksi langsung menggelar orasi dan teatrikal yang menggambarkan praktik korupsi dan manipulasi anggaran yang diduga terjadi di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan. Orasi dan teatrikal ini berhasil menarik perhatian masyarakat yang melintas di sekitar lokasi aksi.

Ketua DPW RAJAWALI , Sujatmiko, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes dan tuntutan atas dugaan penyimpangan yang terjadi. “Kami tidak akan tinggal diam melihat uang rakyat diselewengkan. Kami akan terus berjuang sampai keadilan ditegakkan,” ujarnya dengan semangat membara.

Ditempat yang sama, Ketua Umum LKPP Jatim, Syaiful Bahri, S.Pd., mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan respons atas temuan beberapa dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pengelolaan dana ketahanan pangan dan pertanian di Pamekasan. “Kami menemukan indikasi kuat adanya praktik korupsi dan manipulasi anggaran yang merugikan petani dan masyarakat Pamekasan,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (12/11/2025).

*Tuntutan Utama Aksi Demo*

Dalam aksi demo ini, Rajawali dan LKPP Jatim, menyampaikan sejumlah tuntutan utama, di antaranya:

1. Transparansi Anggaran: Mendesak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan untuk membuka data dan informasi terkait pengelolaan anggaran secara transparan dan akuntabel.

2. Usut Tuntas Kasus Korupsi: Meminta aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk segera melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan terhadap dugaan praktik korupsi dan manipulasi anggaran di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan.

3. Tindak Tegas Pelaku Korupsi: Menuntut agar para pelaku korupsi dan manipulasi anggaran di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

4. Perbaikan Tata Kelola: Mendorong Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan, agar terhindar dari praktik korupsi dan manipulasi anggaran di masa mendatang.

Sememtara itu  Plt  Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan,Ibu indah akhirnya menemui massa aksi dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan oleh Rajawali Jatim. Namun, massa aksi tetap menuntut agar janji tersebut direalisasikan dalam waktu dekat.

Aksi demo Rajawali bersama LKPP Jatim

ini berlangsung dengan tertib dan damai. Massa aksi membubarkan diri setelah menyampaikan tuntutan dan mendapatkan respon dari perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan. Rajawali Jatim berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan akan kembali menggelar aksi demo jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

 

Publisher : TIM/RED

Penulis : TIM RAJAWALI

Berita Terkait

Selundupkan 122,5 Kg Sabu di Bawah 8 Ton Jengkol, Polisi Gagalkan Aksi Jaringan Narkoba di Bakauheni
Koramil 421-03/Pnh Siap Gelar Diklat Pramuka Saka Wira Kartika
Kumpulkan Jajaran Pembinaan, Kalapas: Perkuat Pendidikan Karakter, Jaga Sinergi dengan Stakeholder!
Tradisi Pedang Pora Warnai Pisah Sambut Kapolres Pesawaran, Tongkat Komando Resmi Beralih
Proyek Irigasi Rp48 Miliar BBWS Mesuji Sekampung Terindikasi Korup, LSM FOKAL Desak APH Turun Tangan
Ribuan Perempuan Berkebaya Labuh Kekek Satukan Gerak Zapin, Riau Ukir Rekor Dunia
Ribuan Perempuan Menari Zapin di Jantung Kota Pekanbaru, Sabam Tanjung: Ini Gerakan Budaya, Bukan Sekadar Pertunjukan
Sirli Hayadi Resmi Pimpin ASPEKINDO Pesawaran Periode 2026-2031

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:14 WIB

Kumpulkan Jajaran Pembinaan, Kalapas: Perkuat Pendidikan Karakter, Jaga Sinergi dengan Stakeholder!

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:51 WIB

Mewakili Danramil 03/Sungai Sariak, Babinsa Hadiri Apel Gabungan TNI–Polri Bersama Forkopimca

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:46 WIB

Tanamkan Karakter Bangsa, Pabung Tubaba Kapten Inf Gus Amirul “Sapa” Siswa SMPN 2 Tumijajar.

Senin, 12 Januari 2026 - 22:08 WIB

Pangdam I/BB Tinjau Kedatangan Bantuan Kasad untuk Korban Bencana Alam di Pelabuhan Belawan

Senin, 12 Januari 2026 - 16:31 WIB

Pelayanan Publik Dikorbankan? Dugaan Pungli Dishub Gorontalo di Area Pelabuhan

Senin, 12 Januari 2026 - 15:36 WIB

ADA APA INI : Administrasi Lumpuh, Gaji ASN “Disekap”, dan Pasien BPJS Terlunta: Di Mana Hati Nurani Penguasa Balut?

Senin, 12 Januari 2026 - 10:22 WIB

*Babinsa Koramil 02/ Tanjung Leidong Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan*

Senin, 12 Januari 2026 - 08:21 WIB

KAPOLRES SEGERA TANGKAP DAN DIPERIKSA: Injak-injak UU Pers, Oknum Kades Talang Padang Diduga Intimidasi dan Tantang Wartawan Berkelahi

Berita Terbaru