Novie Bule : Hentikan Kriminalisasi Suara Sejarah, Jangan Bungkam Kebenaran!”

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 17:38 WIB

50609 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,– Pegiat media sosial Noviana, yang akrab disapa Novie Bule, angkat suara terkait pelaporan terhadap politisi PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning atas pernyataannya bahwa “Soeharto pembunuh jutaan rakyat.”

Menurut Novie,melalui pesan tertulisnya, pernyataan Ribka bukanlah retorika kosong apalagi fitnah tanpa dasar, melainkan refleksi sejarah yang memiliki dasar hukum, legitimasi akademik, dan data resmi negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pernyataan itu bukan ujaran kebencian. Itu suara sejarah. Fakta yang telah tercatat dalam laporan resmi Tim Pencari Fakta Komnas HAM. Berdasarkan temuan lembaga negara tersebut, pihak yang disebut paling bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran HAM berat di masa itu adalah Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) lembaga yang berada langsung di bawah komando Presiden Soeharto,” tegas Novie,
Kamis 13/11/25.

Masih kata Novie menilai, pelaporan terhadap Ribka Tjiptaning justru menunjukkan bagaimana ingatan sejarah sedang coba dibungkam oleh kekuatan politik yang ingin mencuci ulang memori publik.
Ia mempertanyakan standar ganda hukum dan logika yang digunakan oleh mereka yang merasa tersinggung.

“Jika Ribka dilaporkan karena dianggap ‘tidak punya dasar hukum’ sebab tidak ada putusan pengadilan yang menyatakan Soeharto membunuh jutaan rakyat, lalu bagaimana dengan pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang mengklaim bahwa ‘tuduhan atas dugaan korupsi dan pelanggaran HAM terhadap Soeharto tidak terbukti secara hukum’? Bukankah itu juga klaim sepihak tanpa dasar yuridis?” tanya Novie tajam.

“Sampai hari ini, tidak pernah ada putusan pengadilan, pengakuan resmi negara, atau hasil penyelidikan independen yang menyatakan Soeharto ‘tidak korupsi’ atau ‘tidak terlibat’ dalam tragedi 1965. Jadi siapa yang sebenarnya sedang memutarbalikkan fakta?” Tandasnya ,

Lebih jauh, Novie mendesak negara agar tidak terus-menerus menutup mata terhadap sejarah kelam bangsa.
Ia menyerukan agar pemerintah membuka seluruh arsip pelanggaran HAM masa lalu, melawan impunitas, dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

“Jika negara serius pada HAM dan keadilan, maka buka semua dokumen, bongkar arsip sejarah, dan biarkan kebenaran bicara! Jangan hanya menindak orang yang berani mengungkap fakta, tapi diam pada mereka yang memanipulasi sejarah untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Lanjut Novie menegaskan bahwa pelaporan terhadap suara-suara kritis seperti Ribka Tjiptaning adalah bentuk kriminalisasi terhadap ingatan kolektif bangsa.
Ia menutup pernyataannya dengan desakan moral yang kuat:

“Saya menuntut : hentikan upaya kriminalisasi terhadap suara sejarah dan pertanggungjawaban moral. Jangan biarkan kebenaran sejarah diredam oleh kekuatan politik atau propaganda. Suara Ribka adalah gema nurani bangsa yang menolak lupa!”Tutupnya.

(Pran’s)

Berita Terkait

Kapolres dan Wali Kota Jakarta Utara Cek Kesiapan Pompa Ancol Sentiong
Polri Pastikan Persidangan Aman dan Lancar, Pengamanan PN Jakarta Pusat Diperkuat
Aroma Amis “Fee” 30 Persen di Balik Proyek Rp50,3 Miliar Gedung DPRD DKI: Ladang Bancakan atau Rehabilitasi?
Kapolres Metro Jakarta Utara dan Forkopimko Jakut Kunjungi Pengungsi Banjir di Rorotan, Salurkan Bantuan Logistik
Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Kasus Peredaran Sabu
*Polres Jaktim Bongkar Sarang Obat Keras di Ciracas, Ribuan Butir Pil ‘Maut’ Gagal Edar”*
Waspadai Becana, Kapolsek Kemayoran beri Pesan Penting
BOOOM MELEDAK KASUS!!.. LPSK “Bedah” Permohonan Haruniadi Puspita Yuda, Iskandar Halim Munthe Siap Seret Pelaku Ke Jurang Hukum..!!

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:38 WIB

Dandim 0308/Padang Pariaman Pimpin Upacara Bendera di Lapangan Makodim

Senin, 19 Januari 2026 - 19:13 WIB

Bupati Humbang Hasundutan Buka Muscab Gerakan Pramuka Tahun 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 18:58 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Hadiri Pesta Bona Taon PPSD Siahaan Kota Tanjungbalai 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 17:56 WIB

Kapolda Lampung Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional Dan Anugerahkan Satya Lencana Pengabdian Kepada 459 Personel

Senin, 19 Januari 2026 - 17:47 WIB

Sisir Dapur Sehat Pasca Apel, Kalapas Tekankan Detail Kebersihan dan Distribusi: “Semua Harus Lebih Higienis!”

Senin, 19 Januari 2026 - 17:34 WIB

Masyarakat Adat Way Lima Ultimatum PTPN 1 Regional 7, Tuntut Pengembalian 3.000 Hektar Tanah Ulayat

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:15 WIB

Perkuat Solidaritas Di Awal Tahun, Komunitas Squad Hoyaxx Menggelar Kopdar Bersama

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:10 WIB

Polres Lampung Selatan Periksa Hepatitis A Karyawan SPPG Kedaton 2, Seluruhnya Negatif

Berita Terbaru

MEDAN

Senin, 19 Jan 2026 - 20:43 WIB