Langkat — Kondisi Jembatan Paluh Cincang yang terletak di Desa Kwala Serapuh, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, kini semakin memprihatinkan. Jembatan yang menjadi akses utama menuju dua desa pesisir, Kwala Serapuh dan Kwala Langkat, mengalami kerusakan parah di hampir seluruh bagian.

Tiang pancang penyangga jembatan dilaporkan sudah tidak berfungsi akibat penurunan kontur tanah, sementara plat besi penutup jembatan banyak yang telah kropos dan membahayakan pengguna jalan.
Jembatan ini berperan vital bagi masyarakat pesisir untuk mengangkut hasil perikanan dan perkebunan, sehingga kondisinya yang rusak berat telah menghambat aktivitas ekonomi warga setempat.
Tokoh masyarakat sekaligus nelayan asal Desa Kwala Serapuh, Muhammad Najar Zuhary , menyampaikan keresahan warganya atas kondisi tersebut.
“Jembatan Paluh Cincang ini sudah sangat parah kerusakannya. Kami melintasinya harus sangat hati-hati. Bahkan sering kali mobil pick up dan truk harus membongkar muatan lebih dulu agar bisa menyeberang. Ini tentu menambah biaya dan waktu,” ujar Najar.
“Kami sudah berulang kali meminta agar jembatan ini diperbaiki, tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda akan direhab atau dibangun kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) Kabupaten Langkat, Lukman Hakim juga mendesak Pemerintah Kabupaten Langkat untuk segera memperhatikan kondisi infrastruktur pesisir, terutama Jembatan Paluh Cincang.
“Pemerintah jangan abai terhadap infrastruktur utama di desa-desa pesisir. Jembatan dan jalan yang layak dilintasi adalah hak dasar masyarakat,” tegas Lukman.
“Pembangunan di wilayah pesisir selama ini sangat timpang. Kami berharap Pemkab Langkat segera memperbaiki Jembatan Paluh Cincang agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa berjalan lancar,” pungkasnya.
Masyarakat berharap, perhatian serius dari pemerintah segera diberikan agar akses ekonomi dan keselamatan pengguna jalan di wilayah pesisir Langkat dapat kembali terjamin.







































