PNIB : Kirab Merah Putih Menjadi Ritual Kebangsaan Dalam Rangka November Bulan Pahlawan dan Toleransi serta Desember Bulan Harmoni Kerukunan Umat Beragama Indonesia

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 21:26 WIB

50169 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jombang, Nasionaldetik.com – 7 November 2025
Dalam situasi dunia yang semakin dihimpit arus globalisasi dan kapitalisme, budaya dan tradisi menjadi benteng terakhir sebuah bangsa mempertahankan harkat dan martabatnya. Perseteruan sesama anak bangsa akibat persaingan di segala bidang seringkali membuat kita lupa kearifan lokal yang ada.

Pandangan tersebut disampaikan oleh AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) selaku ketua umum organisasi kemasyarakatan lintas agama, suku budaya dan tradisi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB). Gus Wal merasa prihatin pada kondisi bangsa yang kian terpuruk di jurang perpecahan karena perbedaan. Menurutnya bangsa ini sedang terhanyut dalam arus budaya asing terutama wahabi Khilafah Terorisme yang menguasai sendi sosial ekonomi dan politik, ujar Gus Wal.

“Akar budaya, jatidiri dan identitas bangsa ini adalah toleransi dan gotong royong yang diwariskan melalui ajaran Agama dan tradisi budaya warisan leluhur. Namun beberapa tahun belakangan ini terlihat situasi anomali pada perilaku generasi yang mementingkan ego sektoral. Kepentingan kelompok dibela sampai mati, sementara kepentingan bangsa bukan dianggap sesuatu yang sakral” jelas Gus Wal dalam sebuah wawancara dengan beberapa awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gus Wal memaparkan juga fenomena intoleransi, Khilafah Terorisme yang menjamur di tengah masyarakat. Menurutnya, intoleransi, Khilafah Terorisme tidak terjadi dengan tiba-tiba, namun melalui tahapan proses untuk bisa menjadi sebuah aksi.

“Intoleransi, Khilafah Terorisme yang terjadi belakangan ini adalah dampak pengaruh asing. Salah satunya paham Wahabi yang mengajarkan membenci, menindas bahkan menghacurkan musuh kelompoknya. Arogansi tersebut menjadi bahaya laten yang sulit dibasmi saat kita sendiri yang waras tidak peduli dengan fenomena pembelokan akidah itu. Kita tahu ajaran tersebut sesat dan berpotensi memecah belah keharmonisan sosial bermasyarakat berbangsa dan bernegara, namun kita hanya diam saja menjadi penonton” ujar Gus Wal dengan nada geram.

Atas kecenderungan di atas, maka Gus Wal bersama PNIB berupaya melakukan aksi nyata dengan kirab merah putih. PNIB menjadi satu-satunya ormas yang konsisten menggelar kirab merah putih kebangsaan dan parade budaya nusantara di berbagai kota di Indonesia.

“Kirab merah putih yang kita lakukan selama ini di berbagai kota adalah ritual memperkuat nasionalisme kebangsaan, toleransi dan moderasi beragama, serta merawat tradisi budaya nusantara (NASAB). Bermodal gotong-royong PNIB bisa menggelar merah putih ratusan meter dalam rangka mengingatkan, menghimbau, menganyam kembali nilai-nilai kebangsaan melalui aksi nyata. PNIB tidak eksis dalam kata-kata dan diskusi di media, tapi kami melakukan aksi nyata secara konsisten di jalanan dan trotoar secara damai dan beradab. Apresiasi segenap lapisan masyarakat adalah spirit kami untuk melakukannya lagi sesering mungkin. Yogyakata memanggil kirab 16 Oktober 2025, menyusul di Surabaya dan berikutnya di Jakarta 14 Desember. Kita mendorong Pemerintah untuk menetapkan 16 November sebagai Hari Toleransi Nasional. Hari yang mengingatkan tentang toleransi adalah benteng terakhir persatuan dan kesatuan bangsa” pungkas Gus Wal.

(Tim PNIB)

Berita Terkait

Dana BOS SMPN 1 Idanogawo Tahun 2025 Capai Rp 870 Juta, Kepsek Tak Bisa Rinci
Dandim 0308/Padang Pariaman Pimpin Upacara Bendera di Lapangan Makodim
Bupati Humbang Hasundutan Buka Muscab Gerakan Pramuka Tahun 2026
Wali Kota Mahyaruddin Salim Hadiri Pesta Bona Taon PPSD Siahaan Kota Tanjungbalai 2026
Kapolda Lampung Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional Dan Anugerahkan Satya Lencana Pengabdian Kepada 459 Personel
Sisir Dapur Sehat Pasca Apel, Kalapas Tekankan Detail Kebersihan dan Distribusi: “Semua Harus Lebih Higienis!”
Masyarakat Adat Way Lima Ultimatum PTPN 1 Regional 7, Tuntut Pengembalian 3.000 Hektar Tanah Ulayat
Perkuat Solidaritas Di Awal Tahun, Komunitas Squad Hoyaxx Menggelar Kopdar Bersama

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:38 WIB

Dandim 0308/Padang Pariaman Pimpin Upacara Bendera di Lapangan Makodim

Senin, 19 Januari 2026 - 19:13 WIB

Bupati Humbang Hasundutan Buka Muscab Gerakan Pramuka Tahun 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 18:58 WIB

Wali Kota Mahyaruddin Salim Hadiri Pesta Bona Taon PPSD Siahaan Kota Tanjungbalai 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 17:56 WIB

Kapolda Lampung Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional Dan Anugerahkan Satya Lencana Pengabdian Kepada 459 Personel

Senin, 19 Januari 2026 - 17:47 WIB

Sisir Dapur Sehat Pasca Apel, Kalapas Tekankan Detail Kebersihan dan Distribusi: “Semua Harus Lebih Higienis!”

Senin, 19 Januari 2026 - 17:34 WIB

Masyarakat Adat Way Lima Ultimatum PTPN 1 Regional 7, Tuntut Pengembalian 3.000 Hektar Tanah Ulayat

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:15 WIB

Perkuat Solidaritas Di Awal Tahun, Komunitas Squad Hoyaxx Menggelar Kopdar Bersama

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:10 WIB

Polres Lampung Selatan Periksa Hepatitis A Karyawan SPPG Kedaton 2, Seluruhnya Negatif

Berita Terbaru

MEDAN

Senin, 19 Jan 2026 - 20:43 WIB