Pemkab Brebes Pastikan Pesantren Bebas Bullying 

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 16:09 WIB

50151 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Brebes,Jateng//nasionaldetik.com – Pemerintah Kabupaten Brebes memastikan bahwa pesantren di Kabupaten Brebes tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga menjadi rumah kedua yang aman, nyaman dan ramah bagi anak-anak santri. Demikian untuk mencegah tindak kekerasan maupun perundungan (bullying) yang masih menjadi ancaman di lingkungan pesantren.

Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM dalam sambutannya yang dibacakan Kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Caridah saat membuka Halaqah Pesantren Ramah Anak rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional PCNU Kabupaten Brebes, di Aula Islamic Center Brebes, Senin (27/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di pesantren karakter mereka ditempa, akhlak mereka dibina, dan cita-cita mereka diarahkan menuju masa depan yang gemilang. Sudah sepatutnya kita melindungi para santri,” ucap Bupati Brebes.

Paramitha menyampaikan, halaqah menunjukkan komitmen NU dalam mendorong penguatan kapasitas pesantren agar mampu menjalankan fungsi pendidikannya dengan lebih baik, sekaligus memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan keagamaan. Begitu pula Pemkab Brebes berkomitmen untuk terus mendukung setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan pesantren, termasuk dalam penerapan prinsip ramah anak.

“Kami meyakini bahwa pesantren yang ramah anak akan melahirkan generasi santri yang tidak hanya cerdas spiritual dan intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta rasa kasih terhadap sesama,” katanya.

Paramitha mengingatkan, bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama dan moral bangsa, tetapi juga agen perubahan yang berperan aktif dalam membangun peradaban dunia yang damai, berkeadilan, dan berkemajuan. Menurutnya, halaqah dengan fokus pesantren ramah anak menjadi sangat penting.

“Pesantren selama ini telah menjadi lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Namun di era modern ini, pesantren juga dituntut untuk semakin adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk dalam hal perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak,” pungkasnya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes KH Sholahudin Masruri berharap, masyarakat khususnya Majelis Wakil Cabang (MWC) NU dapat mensosialisasikan bahwa pesantren itu adalah tempat karakter building atau pendidikan karakter yang sesuai-sesuai dengan beberapa kearifan lokal yang di telah disuritauladani oleh para kiai.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Bukhori Tanjung KH Hudalloh Karim mengatakan, halaqah dimaksudkan untuk memperkenalkan pesantren yang ramah anak dan ramah santri. Namun di luar masih ada isu-isu yang mengatakan pesantren kurang ramah anak

“Kita ingin menepis ketika ada isu-isu di luar bahwa di pesantren ada tindakan bullying, karena ternyata kenyataannya di pesantren ada pendidikan karakter, intinya itu,” jelas KH Hudalloh sekaligus narasumber halaqah.

KH Hudalloh berharap, hasil dari halaqah supaya bisa direalisasikan di tengah masyarakat, sehingga bisa saling menghormati. Kemudian satu dengan yang lain juga saling mengisi kekurangan.

“Mudah-mudahan keterikatannya menjadi bagus, persatuannya semakin bisa mewarnai pembangunan di Indonesia dan khususnya Brebes,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait

AWAL TAHUN 2026 KALAPAS BERSAMA JAJARAN MENGIKUTI APEL BERSAMA , BENTUK DUKUNGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH MENINGKATKAN KINERJA, KEDISIPLINAN DAN PELAYANAN PEMASYARAKATAN
Antusias Warga,Bersama Bupati Senam Masal Hari Jadi ke 348 Kabupaten Brebes
Kejati Jambi Panggil Puluhan Pejabat Terkait Kasus Rp1,6 M di Sekretariat DPRD Merangin, Tersangka Kian Dekat.
Syifa Aulia Riana Terpilih Jadi Juara 1 Duta Anti Narkoba Polres Brebes 2026
HONORER LULUS PPPK ,SUDAH BERBULAN- BULAN SK BLUM DI TERIMA 
PROYEK GOR KABUPATEN BATANGHARI, BANYAK YANG TERBENGKALAI, WARGA PERTANYAKAN MANFAAT DANA DESA
Skandal Mafia Solar di SPBU 23.372.15 Senamat: Praktik Pungli dan “Bekingan” Oknum Aparat Merajalela
Banyak Pengusaha Tambang Galian C Batanghari , Tanpa Izin Terus Beroperasi .

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 23:56 WIB

Pimpin Apel Gabungan, Sekda Kab. Karo, Tekankan Peningkatan Kinerja Tahun 2026 Melalui Evaluasi Kinerja 2025

Senin, 12 Januari 2026 - 23:52 WIB

Sat Reskrim Polres Tanah Karo Tangkap Pelaku Penganiayaan yang Menyebabkan Korban Meninggal Saat Tahun Baru

Senin, 12 Januari 2026 - 23:48 WIB

Kapolres Tanah Karo Pimpin Apel Perdana, Tekankan Soliditas dan Pelayanan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 23:22 WIB

Bupati Karo Hadiri Perayaan Ulang Tahun Kepala Kejaksaan Negeri Karo

Senin, 12 Januari 2026 - 23:11 WIB

Bupati Karo dan Wakil Bupati Karo Tinjau Hasil Pembangunan Saluran Drainase Tigapanah

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:31 WIB

Polres Tanah Karo Intensifkan Patroli Malam, Dua Sepeda Motor Balap Liar Diamankan

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:18 WIB

Ucapan Syukur Dan Doa Terbaik Untuk Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanah Karo

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:28 WIB

Bangun Komunikasi Cepat dengan Warga, Sat Binmas Polres Tanah Karo Laksanakan Patroli Binaan

Berita Terbaru