Kasus ISPA , Dinas Kesehatan Karo Imbau Warga dan Fasilitas Kesehatan Tingkatkan Kewaspadaan

NUR KENNAN BR TARIGAN

- Redaksi

Senin, 27 Oktober 2025 - 20:48 WIB

50431 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karo – Nasionaldetik.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karo mengimbau seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang terjadi di wilayah Sumatera Utara.

Imbauan ini disampaikan menyusul laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang mencatat adanya kenaikan kasus ISPA sebesar 15,3 persen atau sekitar 102.687 kasus tambahan pada bulan Juli 2025. Total kasus ISPA sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai 669.835 kasus di seluruh provinsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo menyampaikan bahwa peningkatan kasus ISPA dipengaruhi oleh peralihan musim ke musim hujan serta kualitas udara yang menurun akibat polusi.

“ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bawah, disebabkan oleh virus dan bakteri seperti rhinovirus dan Streptococcus pneumoniae. Gejalanya antara lain batuk, pilek, demam, dan sesak napas,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Jasura Pinem di Kabanjahe, Senin (27/10/2025).

Ia menambahkan bahwa kasus ISPA perlu menjadi perhatian bersama karena dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia.

Berdasarkan Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus ISPA di Kabupaten Karo. Pada minggu epidemiologi ke-12 tercatat 290 kasus, naik menjadi 583 kasus pada minggu ke-42 tahun 2025.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Karo terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara serta seluruh rumah sakit dan puskesmas untuk memantau situasi dan memastikan penanganan yang cepat dan tepat,” jelas Jasura.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo mengimbau fasilitas pelayanan kesehatan agar:
1. Meningkatkan pemantauan kasus ISPA melalui kanal resmi pemerintah dan World Health Organization (WHO).
2. Melaporkan kasus secara rutin melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di laman https://skdr.surveilans.org atau melalui Surveilans Berbasis Kejadian (Event Based Surveillance / EBS).
3. Melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) apabila ditemukan peningkatan kasus ISPA atau infeksi pernapasan lainnya.
4. Memperkuat penerapan kewaspadaan standar dan upaya pencegahan infeksi di rumah sakit dan puskesmas.
5. Melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai pencegahan ISPA.

Sementara itu Langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat antara lain:
1. Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
2. Melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.
3. Menggunakan masker, terutama saat sakit atau di tempat ramai.
4. Menjaga asupan gizi seimbang dan berolahraga secara teratur.
5. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala infeksi pernapasan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Karo juga menekankan pentingnya edukasi dan koordinasi lintas sektor untuk mencegah peningkatan kasus ISPA.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. ISPA dapat dicegah dengan menjaga kebersihan, memakai masker, serta menerapkan pola hidup sehat,” tegas Jasura Pinem.

Ia juga mengingatkan agar seluruh tenaga medis dan petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tetap menjaga kesehatan diri serta menjalankan protokol kewaspadaan dini dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai informasi, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan bagian atas maupun bawah, disebabkan oleh berbagai virus dan bakteri. Penyakit ini sering meningkat pada musim hujan atau saat kualitas udara menurun.

Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa ISPA masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun di dunia. Karena itu, deteksi dini dan pencegahan merupakan langkah penting untuk menekan tingkat kasus penyakit tersebut di masyarakat.

Ardiansyah Ginting .

Berita Terkait

Pimpin Apel Gabungan, Sekda Kab. Karo, Tekankan Peningkatan Kinerja Tahun 2026 Melalui Evaluasi Kinerja 2025
Kapolres Tanah Karo Tekankan Profesionalisme, Penegakan Hukum dan Adaptasi KUHP Nasional
Sat Reskrim Polres Tanah Karo Tangkap Pelaku Penganiayaan yang Menyebabkan Korban Meninggal Saat Tahun Baru
Kapolres Tanah Karo Pimpin Apel Perdana, Tekankan Soliditas dan Pelayanan Masyarakat
Bupati Karo Hadiri Perayaan Ulang Tahun Kepala Kejaksaan Negeri Karo
Bupati Karo dan Wakil Bupati Karo Tinjau Hasil Pembangunan Saluran Drainase Tigapanah
AWAL TAHUN 2026 KALAPAS BERSAMA JAJARAN MENGIKUTI APEL BERSAMA , BENTUK DUKUNGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH MENINGKATKAN KINERJA, KEDISIPLINAN DAN PELAYANAN PEMASYARAKATAN
Kejati Jambi Panggil Puluhan Pejabat Terkait Kasus Rp1,6 M di Sekretariat DPRD Merangin, Tersangka Kian Dekat.

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 23:53 WIB

Pemko Tebing Tinggi Sosialisasi dan Verifikasi Data, Penataan Pedagang Pasar Gambir

Senin, 12 Januari 2026 - 10:17 WIB

*Babinsa Koramil 10/TM Patroli Malam Di Desa Tanjung Medan*

Senin, 12 Januari 2026 - 10:12 WIB

*Komunitas Organisasi Peduli Bencana Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang*

Minggu, 11 Januari 2026 - 23:38 WIB

KRYD,Sinergitas TNI Polri,BNN di Medan Perangi Narkoba di Wilayah Jermal

Minggu, 11 Januari 2026 - 23:17 WIB

Ketua PD KBPP Polri Sumut Gelar Open House dihadiri Pengurus Resort dan Sektor Se-Sumut

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:25 WIB

Polsek Sipispis Monitoring Debit Air Sungai Bahbolon Di Objek Wisata Desa Bartong

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:52 WIB

Rumah Bersinar ‘Aisyiyah Wujud Ikhtiar Kemanusiaan

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:44 WIB

Pemkab Deli Serdang Berkomitmen Beri Kepastian Hukum & Bina Pelaku Peternakan

Berita Terbaru