Keselamatan Ratusan Murid MI Nurulhuda Terancam, Pemkab Karawang dan Kemenag Mandul Tanggapi Jeritan Pendidikan

EDI SUPRIADI

- Redaksi

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 19:37 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nasionaldetik.com,— Kondisi memprihatinkan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan TK Islam Nurulhuda di Dusun Tamiang, Desa Sindang Mulya, Kecamatan Kutawaluya, Karawang, bukan lagi sekadar laporan, melainkan bom waktu yang siap meledak di tengah proses belajar mengajar.

Dengan total sekitar 300 murid yang belajar di bawah ancaman bangunan rapuh, kelalaian struktural ini menjadi cerminan nyata dari kegagalan serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam memprioritaskan keselamatan dan kualitas pendidikan dasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Krisis Keselamatan yang Diabaikan
Fakta bahwa kuda-kuda atap telah lapuk, plafon berlubang, dan bahkan ada ruang kelas yang harus ditopang oleh balok kayu darurat adalah bukti tak terbantahkan bahwa sekolah ini berada di ambang keruntuhan. Kekhawatiran warga dan Ketua Yayasan, Moh Zein Soperi S.Ag, bahwa bangunan bisa ambruk saat anak-anak berada di dalamnya adalah alarm bahaya yang seharusnya sudah direspons dengan tindakan cepat, bukan penundaan birokrasi.

Dimana Kehadiran Pemerintah Daerah?
Laporan Ketua Yayasan yang telah tiga kali mengajukan permohonan rehabilitasi ke Kemenag melalui kantor Depag Kabupaten Karawang, serta upaya pengajuan melalui Dewan Provinsi Jawa Barat, yang kesemuanya mandek tanpa tanggapan, menimbulkan pertanyaan krusial:

Apakah keselamatan 300 anak didik tidak dianggap penting oleh Pemkab Karawang?

Mengapa alokasi dana untuk perbaikan sarana pendidikan, terutama di lembaga keagamaan seperti MI, begitu sulit dicairkan?

Apakah kinerja Kantor Depag Kabupaten Karawang sudah memenuhi standar responsif terhadap kebutuhan pendidikan di lapangan?
Kasus MI Nurulhuda menunjukkan adanya jurang pemisah yang lebar antara retorika pemerintah mengenai “mutu pendidikan” dengan realitas infrastruktur di tingkat bawah. Ini adalah aib bagi Kabupaten Karawang yang seharusnya menjamin setiap warganya, termasuk para siswa MI dan TK Islam, mendapatkan hak belajar di lingkungan yang aman dan layak.

Pemerintah Kabupaten Karawang dan instansi terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Kantor Kemenag Kabupaten Karawang, tidak bisa lagi menutup mata. Tidak ada alasan pembenaran atas penundaan yang mengancam nyawa anak-anak.

Segera Turun Tangan: Pemkab Karawang harus segera mengirimkan tim teknis untuk menilai kondisi bangunan dan mengalokasikan dana darurat untuk rehabilitasi total, atau setidaknya perbaikan struktural yang mendesak.

Audit Kinerja: Perlu dilakukan audit kinerja terhadap mekanisme pengajuan proposal bantuan rehab di Kemenag/Depag Karawang yang terbukti lamban dan tidak responsif.

Transparansi Anggaran: Pemerintah harus transparan mengenai alokasi anggaran untuk sarana prasarana pendidikan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Pendidikan yang layak dimulai dari ruang kelas yang aman. Kegagalan merespons krisis MI Nurulhuda adalah kegagalan moral dan struktural Pemerintah Kabupaten Karawang. Keselamatan 300 murid tidak bisa menunggu birokrasi yang berlarut-larut. Tindakan harus diambil sekarang, sebelum Karawang mencatat tragedi ambruknya sekolah.

Tim Redaksi HR

Berita Terkait

Anggaran Rp2 Miliar Menguap? Proyek Trotoar Merangin Disorot, Gara-gara Beton vc 20 untuk Pejalan Kaki, Pengerjaan Molor
LAPAS IIB MUARA BULIAN MENGIKUTI ZOOM MEETING PANEN RAYA SERENTAK
Dugaan Penyelewengan Mobil Dinas Merangin, Bambang Karnadi dan Kabag Umum Segera Diperiksa
PC IPNU–IPPNU Tanjab Timur Desak Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden Kekerasan di SMK Negeri 3 Tanjabtim
PWNU JAMBI BERSAMA DIRINTELKAM POLDA JAMBI SILATURAHIM , MENGUATKAN KETAHANAN MASYARAKAT YANG PENGARUH NEGATIF YANG DAPAT MEMECAH BELA PERSATUAN.
Para Penggiat Desa di Batanghari Menjerit, Lima Bulan Tidak Terima Gaji, BPJS Juga Mati
Citra Silvia Anggraini resmi menakhodai Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) 
Wanda Riski Romadhon secara resmi memimpin Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Batang Hari.

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 20:59 WIB

Di Selembar Kertas, Anak Pengungsi Aceh Tamiang Titipkan Harapan Pemulihan

Senin, 19 Januari 2026 - 19:54 WIB

Police Go to School dan Cooling System, Polsek Metro Penjaringan Tanamkan Disiplin dan Karakter Positif kepada Pelajar

Senin, 19 Januari 2026 - 19:46 WIB

Jaga Jakarta, Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Polsek Metro Penjaringan Pantau Ketinggian dan Genangan Air di Muara Karang

Senin, 19 Januari 2026 - 19:42 WIB

Komandan Kodim 0308/Padang Pariaman Berikan Pengarahan Kepada Anggota Kodim Usai Melaksanakan Upacara Bendera

Senin, 19 Januari 2026 - 19:29 WIB

Polisi dan Dishub Kawal Keberangkatan Massa KWK ke Balai Kota Jakarta

Senin, 19 Januari 2026 - 19:24 WIB

Polisi Pastikan Genangan Air di Cilincing Mulai Surut, 1.098 Warga Sempat Mengungsi

Senin, 19 Januari 2026 - 17:34 WIB

Masyarakat Adat Way Lima Ultimatum PTPN 1 Regional 7, Tuntut Pengembalian 3.000 Hektar Tanah Ulayat

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:26 WIB

Pangdam I/BB Tinjau Kedatangan Kapal ADRI 48 di Pelabuhan Belawan, Pastikan Bantuan TNI dan Logistik Bencana Siap Disalurkan

Berita Terbaru

MEDAN

Senin, 19 Jan 2026 - 20:43 WIB