Nasionaldetik.com,—18 Oktober 2025 Kondisi memprihatinkan di SMAN 2 Merangin, Provinsi Jambi, menjadi sorotan. Kerusakan parah pada plafon sekolah, yang terungkap dari konfirmasi wartawan dengan Kepala Sekolah, Bapak Jontra Voltra, pada 17 Oktober 2025, menimbulkan pertanyaan terkait perhatian terhadap kondisi sekolah.
Melalui pesan singkat pada pukul 08.16 WIB, wartawan mengonfirmasi kondisi plafon sekolah. Bapak Jontra Voltra membenarkan adanya kerusakan tersebut. “Iyo… kami lah mengajukan dana rehab, Dindo, belum terealisasi… dan banyak plafon yang rusak itu… khususnya tripleknya… itu bangunan lama tahun 1990,” jawab Bapak Jontra pada pukul 08.24 WIB.
Konfirmasi berlanjut melalui telepon pada pukul 08.26 WIB, di mana Bapak Jontra Voltra menjelaskan bahwa kerusakan plafon jauh lebih parah dari yang terlihat. “Yang bagian belakang lebih banyak lagi yang parah,” ungkapnya.
Menariknya, Bapak Jontra Voltra mengungkapkan penurunan jumlah siswa di SMAN 2. Saat ini hanya ada sekitar 300-an siswa, padahal sebelumnya mencapai lebih dari 700 siswa. “Banyak lokal yang kosong,” katanya. Hal ini mengindikasikan adanya permasalahan yang lebih luas di sekolah tersebut.
Meskipun pihak sekolah telah mengajukan permohonan dana rehabilitasi, namun hingga kini belum terealisasi. Kerusakan plafon yang signifikan ini tidak hanya mengganggu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa dan guru.
Melihat kondisi ini, muncul pertanyaan besar mengenai perhatian Kepala Sekolah terhadap pemeliharaan dan perbaikan sekolah. Belum terealisasinya permohonan dana rehab dan penurunan jumlah siswa menjadi indikasi adanya permasalahan yang perlu segera ditangani. Rama Sanjaya dari LSM Sapurata mengatakan harus ada langkah konkret dari Bapak Jontra dan pihak terkait untuk mengatasi masalah ini demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Reporter: Gondo Irawan







































