Bermaksud Menolong Lansia Terjatuh Sendiri dan Tewas di Pekarangan Rumahnya, Seorang Pedagang Ayam Justru Dituduh Menganiaya dan Kios Jualan Dirusak Massa

Nasional Detik.com

- Redaksi

Sabtu, 29 Juni 2024 - 16:29 WIB

4047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR |  Seorang warga Moncongloe, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan berinisial SK (74), tiba-tiba meninggal dunia setelah terjatuh sendiri di pekarangan rumahnya, Jumat (28/06/2024) pagi. Lelaki lanjut usia (lansia) itu dikabarkan, sebelumnya bersangkutan terlibat cekcok dengan tetangganya, pedagang ayam berinisial WW (40) yang kios jualannya tepat berada di samping rumah korban.

Keterangan yang dihimpun media ini menyebutkan, cekcok yang terjadi bermula ketika SK dengan memegang kayu balok mendatangi kios jualan milik WW lalu marah-marah. Sikap korban itu tidak diladeni oleh WW yang sementara memotong-motong ayam pesanan pembelinya, lebih memilih menghindar dan tetap berlindung di dalam kiosnya sambil mengvideokan peristiwa tersebut menggunakan HP.

Usai marah-marah dan memukul-mukul dinding kios, SK lalu berjalan kembali ke depan rumahnya dan duduk-duduk di dekker. Saat itulah korban tiba-tiba jatuh dan kemudian meninggal dunia. Melihat kejadian itu, WW bermaksud melakukan pertolongan dengan berteriak agar keluarga korban segera keluar dari dalam rumah untuk melihat kondisi orangtua mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fatalnya, nasib apes harus dialami WW. Niatnya menolong, tapi dia justru dituduh telah menganiaya SK hingga tewas. Bahkan massa yang diduga dari kalangan keluarga SK bersikap anarkis dengan merusak kios jualan milik WW. Karena melihat keadaan tak kondusif, WW dan seorang karyawannya lalu mengambil sikap segera menutup kiosnya dan bergegas ke kantor Mapolsek Moncongloe untuk melaporkan kejadian tersebut sekaligus meminta perlindungan dirinya.

Pemantauan media di tempat kejadian perkara (TKP), massa yang terus berdatangan hingga terpancing informasi-informasi hoax dan provokasi oknum-oknum tak bertanggungjawab, diduga tak puas dengan aksi merusak kios jualan milik WW kemudian ramai-ramai menumpang beberapa unit mobil dan sepeda motor mendatangi kantor Mapolsek Moncongloe.

Baca Juga :  Menghadapi Pilkada Serentak 2024 di Wilayah Sulselbara, PGIW Gelar Seminar Budaya Damai

Suasana di depan dan sekitar Mapolsek Moncongloe yang dijejali massa sekitar ratusan orang, mengakibatkan pihak keluarga dari WW bersama penasehat hukumnya tidak berani merapat kesana karena tidak ingin terjadi gesekan. Salah seorang anggota keluarga yang merupakan ipar dari WW yakni Dr. Ir. Muhammad Zainal Altim, ST, MT ditemani pengacara Yodi Kristianto, SH, MH bersama beberapa awak media akhirnya menuju ke Mapolda Sulsel melaporkan peristiwa itu dan meminta perlindungan terhadap WW di Mapolsek Moncongloe sekaligus hendak mengadukan perihal perusakan kios jualan milik WW.

Petugas SPKT Polda Sulsel yang menerima kedatangan keluarga WW kemudian memberikan petunjuk dan jaminan keamanan terhadap diri WW selama bersangkutan diamankan di Mapolsek Moncongloe. Sementara terkait peristiwa perusakan kios jualan, petugas menyarankan agar isteri dari WW yang membuat laporan dengan memperlihatkan bukti seperti foto kondisi kios yang sudah dirusak massa, terserah mau mengadu di Mapolres Maros atau Mapolda Sulsel.

Sementara Kapolsek Moncongloe, Iptu Suhardi, SE yang dihubungi wartawan, Sabtu (29/06/2024) mengemukakan, korban SK yang datang marah-marah dengan menyinggung soal kotoran dari kios WW. “Dia (korban) yang datang marah-marah dan pukul dinding kios lalu pergi duduk-duduk di depan rumahnya di atas dekker. Disitulah korban jatuh lalu meninggal dunia,” jelasnya.

Menurutnya, pihak Polsek Moncongloe telah mendatangi lokasi kejadian dan juga mengamankan WW guna menghindari tuduhan dan amukan massa. “Kami amankan WW di kantor, jangan sampai dia jadi sasaran. Jangan sampai dia tidak apa-apai korban lantas dituduh dan jadi sasaran massa,” ujar Iptu Suhardi.

Baca Juga :  Diduga Agar Bebas Mengambil Penumpang di Area Parkir Kedatangan, Supir Taksi Online Terobos Tol Gate Bandara

Kapolsek Moncongloe mengakui pula jika di bagian kepala korban terdapat sebuah luka lebam. Tapi luka lebam itu diduga akibat terbentur sewaktu korban terjatuh saat duduk-duduk di dekker setelah terlibat cekcok dengan WW. “Iya benar ada luka lebam di bagian kepala karena terjatuh dari dekker agak tinggi yang ada di depan rumahnya,” tuturnya lagi.

Dipaparkan juga, petugas Inafis Polres Maros sudah melakukan visum luar terhadap jenazah korban dan masih menunggu hasilnya. “Kan untuk SOP awal, dilakukan visum dulu oleh Inafis Polres Maros dan saat ini belum ada hasilnya,” lanjutnya lalu menambahkan bahwa setelah kejadian itu, kios jualan milik WW dirusak massa atau orang tak dikenal (OTK), namun aparat kepolisian belum mengetahui pelaku-pelakunya.

“Saya sudah melihat kondisi tempat usaha ayam milik WW yang dirusak massa, tetapi kami belum mengetahui siapa pelaku-pelakunya. Saya mengimbau kepada masyarakat agar dapat menahan diri dan tidak termakan dengan berita hoax. Karena belum ada penunjukan saksi yang menyebutkan korban dipukul atau bagaimana. Namun namanya berita hoax, itu kan lebih berbahaya,” tandasnya.

Keterangan yang diperoleh media ini menyebutkan, hingga siang ini dikabarkan massa masih berjejal di depan dan sekitar Mapolsek Moncongloe. Meski demikian aparat keamanan sudah mengantisipasi dan bersiaga untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kendati itu, pihak keluarga yang masih belum berani mendatangi kantor Mapolsek Moncongloe terus berupaya dan berharap agar WW bisa dievakuasi untuk dititip di Mapolres Maros atau Mapolda Sulsel. (*)

Berita Terkait

Aswar Ceo PT Aswar Jaya Group Mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-78
Kuasa Hukum Masyarakat Adat Kajang Respons Kujungan DPRD Sulsel ke Kemen-ATR/BPN
Diduga Agar Bebas Mengambil Penumpang di Area Parkir Kedatangan, Supir Taksi Online Terobos Tol Gate Bandara
Menghadapi Pilkada Serentak 2024 di Wilayah Sulselbara, PGIW Gelar Seminar Budaya Damai
Pernyataan Kapolsek Manggala Diduga Tidak Sesuai Dengan Fakta, Ini Kata PH BH & An !!
BPJS Sebagai Syarat Pembuatan SIM Masih Tahap Sosialisasi, Ditlantas Polda Sulsel Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir 
Achmad Ilham : Kampung Barombong No.61 Blok 007 Adalah Tanah Adat C1 Bukan Ex Verponding

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 09:20 WIB

Robot di KorSel “Bunuh Diri” Gara-gara Stress Kerja Tanpa Libur. Gimana yang Manusia?

Jumat, 12 Juli 2024 - 08:50 WIB

Ini 7 Tanda Perusahaan Anda Wajib Menggunakan Aplikasi CRM

Jumat, 12 Juli 2024 - 07:56 WIB

PT Pigeon Indonesia Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pantai Indah Kapuk Jakarta

Jumat, 12 Juli 2024 - 04:25 WIB

Token Baru Ini Mengguncang Dunia Kripto: Simak Alasannya!

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:31 WIB

Keseruan Workshop Public Speaking Bersama Priska Sahanaya dan AGATIS di SD Kalam Kudus 2

Rabu, 10 Juli 2024 - 04:14 WIB

Ingin Untung dari Bitcoin? Simak Cara Beli Bitcoin yang Benar!

Selasa, 9 Juli 2024 - 07:21 WIB

Ingin Cuan dari Airdrop Crypto? Ini yang Perlu Anda Siapkan

Senin, 8 Juli 2024 - 12:25 WIB

MiiTel Connect Bedah Strategi Tingkatkan ROI Bisnis dengan Generative AI

Berita Terbaru