Waspada, Iming-iming Gaji Tinggi Bekerja di Luar Negeri Jadi Salah Satu Modus TPPO

Edi Supriadi

- Redaksi

Sabtu, 24 Juni 2023 - 05:14 WIB

4057 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Nasionaldetik.com – Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mengungkap ratusan kasus TPPO. Dalam pengungkapannya, beberapa modus dilakukan para tersangka. Salah satunya yakni mengiming-imingi bekerja di luar negeri dengan gaji besar.

Salah satu kasus yang diungkap dengan modus tersebut diungkap Polres Brebes, Polda Jawa Tengah. Korban dijanjikan bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) dengan gaji yang tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kenyataannya, korban hanya berada di penampungan dan selanjutnya di jual ke Arab Saudi sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT). Selama bekerja di Arab Saudi, korban tidak menerima gaji serta dipekerjakan tanpa mengenal waktu.

Korban pun minta dipulangkan ke Indonesia, namun baru dipulangkan setelah membayar Rp 20 juta.

Kasus lainnya dengan modus mengimingi kerja di luar negeri juga diungkap Polres Boyolali, Polda Jateng. Korban diimingi bekerja sambil kuliah dengan gaji SGD 2.700 per bulan. Namun pada kenyataannya empat korban yang telah membayar sejumlah uang tak kunjung diberangkatkan.

Akhirnya salah satu korban diberangkatkan namun di sana korban tak sesuai kenyataan yang dijanjikan pelaku.

Baca Juga :  Bantuan BUMN Untuk Kegiatan UKW Harus Diterima Utuh.Ini Penjelasan Dewan kehormatan

Melihat modus tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan pun mengingatkan masyarakat untuk tak tergiur dengan iming-iming gaji tinggi bekerja di luar negeri. Ia juga meminta masyarakat tak mudah membayar sejumlah uang untuk bekerja di luar negeri.

“Masyarakat harus waspada dan hati-hati. Lebih baik gunakan jalur resmi jika ingin bekerja di luar negeri agar terjamin keamanan, hak dan lainnya,” kata Ramadhan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/6/2023).

Lebih lanjut, Ramadhan mengungkapkan bahwa sejak dibentuk Satgas TPPO, hingga kini sudah menangani sebanyak 511 Laporan Polisi (LP). Dari ratusan LP tersebut, sebanyak 598 tersangka telah dibekuk.

Ramadhan menuturkan, berbagai macam modus para tersangka menjerat para korban TPPO. Terbanyak yakni mengiming-imingi korban bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Pekerja Rumah Tangga (PRT). Modus ini tercatat ada 386 kasus.

Modus lainnya yang terbanyak yakni para korban dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK). Angka dalam kasus ini yakni sebanyak 136. Dua modus lainnya TPPO ini yakni mempekerjakan korban sebagai Anak Buah Kapal (ABK) dengan 6 kasus dan eksploitasi anak sebanyak 34 kasus.

Baca Juga :  Semarakkan HUT Kemenkumham ke 78, Lapas Kelas IIA Tangerang Bersih Bersih Makam Pahlawan

“Dari ratusan kasus yang ditangani Satgas TPPO Bareskrim Polri dan Polda jajaran, telah menyelamatkan korban sebanyak 1.744,” kata Ramadhan.

Dari ribuan korban tersebut, Ramadhan merinci ada 777 korban perempuan dewasa dan 99 perempuan anak. Kemudian untuk korban laki-laki dewasa ada 819 dan laki-laki anak ada 49 orang.

Lebih lanjut, Ramadhan mengatakan, dari ratusan kasus yang diungkap, saat ini perkembangannya 100 kasus masuk tahap penyelidikan. Kemudian 384 di tahap penyidikan dan berkas sudah lengkap atau P21 ada satu kasus.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan soal pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di acara ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Leaders di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa, 20 Juni 2023.

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan, pada pertemuan SOMTC salah satu yang akan dibahas yakni Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Menurutnya, pembahasan TPPO ini sejalan dengan kesepakatan antara Presiden Jokowi dengan beberapa pemimpin negara, yang akan memberantas segala bentuk TPPO. Ia pun berjanji akan melindungi dan menjaga WNI dari korban TPPO. (Edi/Red)

Berita Terkait

Penguatan Pelayanan Publik, Rutan Bangil Kanwil Kemenkumham Jatim Gandeng Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur
SatRes Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Musnahkan 49,8Kg Narkotika
Wujudkan Zero Halinar Dengan Menggandeng Kolaborasi Bersama BNN Kota Tangerang
Persiapan Fisik dan Disiplin Lewat Latihan Baris Berbaris
Matangkan Persiapan Pengamanan World Water Forum, Polri Gelar Tactical Floor Game
Resmi Dibuka, Lapas Kelas IIA Tangerang Kejar Predikat Paripurna dan Klinik Pratama
Gembok Desak Walikota Segera Copot KADISHUB Depok
Tangkap R Mahasiswa Unud Diduga Pelaku Kekerasan Terhadap Anak Ketua Presidium FPII
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:20 WIB

Prajurit Yonif 300/Brajawijaya Kodam III/Siliwangi Menjuarai Pencak Silat Jakarta Nasional Championship Tahun 2024 Tingkat Nasional

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:16 WIB

Jaga Keamanan World Water Forum di Bali, Polda NTB Gencarkan Patroli di Kawasan Pelabuhan

Jumat, 17 Mei 2024 - 23:06 WIB

Pratu Mardiman Anggota Satgas TMMD Reguler Ke – 120 Latih Tali-Temali Anak Pramuka

Jumat, 17 Mei 2024 - 22:47 WIB

Tingkatkan Prestasi Olah Raga, Babinsa Gotong Royong Bersihkan Lapangan Bola

Jumat, 17 Mei 2024 - 06:31 WIB

Kapolres Tulungagung Pimpin Sertijab Kabag SDM, Kabag Ops, dan Lima Kapolsek

Kamis, 16 Mei 2024 - 13:43 WIB

Sepekan TMMD 120 Selat Beting,Peningkatan Jalan Desa Capai 6 %

Kamis, 16 Mei 2024 - 13:36 WIB

Mewujudkan Hidup Sehat dan Bahagia, Satgas TMMD 120 Selat Beting Ajak Kaum Ibu Ikut Program KB

Kamis, 16 Mei 2024 - 12:56 WIB

SEMANGAT DAPATKAN NILAI PARIPURNA DALAM BRIEFING AKREDITASI KLINIK PRATAMA

Berita Terbaru